Tags

,

Kau yang seperti puteri dalam menara
Melihat dunia dari balik sepasang kaca
Walau itulah yang menyihirmu jelita
Kuberharap kau melepas keduanya
Agar tak kau lihat wajahku tanpa asa
Karena tak sanggup katakan cinta

Di pagi hari diriku kau sapa
Tak dapat kurasakan keberanian tersisa
Selain hanya untuk tersenyum saja
Walau ada sedikit kegembiraan terasa
Jalinan kata tak terungkap yang ada
Mengikat hatiku pedih hingga terluka

Wahai puteri sepasang kaca
Ceriamu telah buat hatiku terpenjara
Elok rupamu tak berhenti mempesona
Manis hatimu memikat diri yang hampa
Tapi engkau begitu jauh bagai kartika
Tak tergapai oleh panah asmara

Biarlah aku jadi si jelata yang bersuka cita
Saat pangeranmu datang dengan tulus di dada
Membawamu pergi untuk mengarungi dunia
Walau mungkin senyumku ialah dusta
Tapi harapanku untuk melihatmu bahagia
Adalah sebenar-benarnya luapan jiwa

Humuhumu, kembali ke tema galau. Wahahaha. Aslinya tuh gara-gara lagi ngomentarin status FB temen. Terus kepikiran, “kapan-kapan bikin lirik tentang cewe berkacamata ah.” Kata temenku, “yang galau, ya.” Lalu entah kenapa ujug-ujug bikin puisi galau. Padahal harusnya tema tulisannya itu moe-kawaii-ugu, tapi gara-gara disuruh galau ya sudah deh. Mana abis itu dengerin “Selamanya Cinta” dan acara radio yang ngebahas cinta pertama yang kandas. Hawawa.

Maaf, ya, pilihan katanya aneh dan maksa. Maksain belakangnya berakhiran “a” semua. πŸ˜› Pengaruh dengerin lagunya Katon Bagaskara masih nempel sampai sekarang, padahal dengerinnya udah kemaren. Halah. Kartika itu artinya bintang ngomong-ngomong. Barangkali ada yang ngga tahu. xP “Sepasang kaca” itu istilah kiasan untuk “kacamata”, ahuahuahua.

z/777.

Advertisements