Sudah berapa kalikah aku tersandung
terjatuh, terluka dan menangis
Tapi aku tak takut, tak berhenti
Aku bangkit, lalu kembali

Sudah berapa kalikah aku lalui
Lintasan jingga yang jadi arena
Di atas atau di bawah podium
Aku tak pernah puas

bridge1:
Sesak nafasku, berat langkahku
kencang degup jantungku
hampir habis asaku
Haruskah aku berhenti?

reff:
Bersama angin yang berderu
Kucoba tinggalkan bayanganku
Berusaha untuk lebih cepat, lebih cepat lagi
Walau berteriak nafsu dan ragaku
Aku akan tetap berlari
Hingga kuraih horizon itu

Sudah berapa kalikah aku menatap
Punggungnya yang jauh melesat
Sisakan kecewa jadi medaliku
Aku tertunduk lelah

Sudah berapa kalikah aku tersenyum
Teteskan air mata pemenang
Tinjukan kedua tangan ke langit
Aku berharap lebih

Kencangnya angin, riuhnya dukungan
Dekatnya langkah rival
Terangnya garis finis
Bisakah aku berhenti?

*back to reff
*back to bridge1 > reff

Kembali ke Serangkai Kata. xD Ada beberapa hal yang menginspirasi lirik ini. Pertama, kebiasaanku berlari. Tiap berlari itu terkadang tergoda meningkatkan pace, terutama saat mendengar deru angin di telinga. Rasanya… Apa, ya… Serasa berlari bersama angin. Saat itu, angin seakan berbisik, “ayo, lari lebih cepat lagi!” Selain angin, aku juga suka “kejar-kejaran” dengan bayanganku. Kalau udah lemes, lihat bayangan, bakal semangat lagi. Karena berasa dikejar oleh bayangan itu.

Lalu, ada lagu berjudul “Hashire” karya “Kei”. Liriknya tentang lari, tapi maknanya mungkin tentang kehidupan. Pokoknya, liriknya menarik. Buat yang penasaran, bisa cari di Youtube dengan kata kunci: Hashire, Kei, GUMI.

Terus… Pasangan bulu tangkis ganda putra terbaik dunia: Hendra – Ahsan dan Timnas Sepakbola Indonesia U-19. Lebih condoh yang kedua sih. Waktu melihat penampilan para Garuda Muda, rasanya jadi kepingin nulis lirik tentang mereka atau minimal tentang berlari. Lebih-lebih waktu denger lagu “Halo, Halo Bandung” dinyanyikan oleh suporter Indonesia. Rasanya, seakan-akan ngga ada yell atau chant yang pas, yang lebih berkesan olah raganya gitu.

Jadi… Begitulah, akhirnya aku tulis lirik ini, yang sebagian isinya diambil dari pengalaman pribadi. Misalnya, ya… yang tentang angin dan bayangan itu. Walau ngga pernah ikut lomba lari, minimalnya aku pernah tes olah raga lari di sekolah, jadi ya… Perasaan untuk bisa lari lebih cepat dari yang lain tetap ada dan itu juga aku coba tuliskan di lirik.

z/777.

Advertisements